Saat ini sudah banyak sekali strategi yang bisa digunakan untuk memperluas jangkauan produksi sebagai cara dalam memenuhi permintaan pasar. Selain itu, ada banyak juga cara yang bisa dilakukan untuk memulai bisnis baru tanpa bingung proses dan perizinan pendirian pabrik.
Salah satu yang bisa Anda lakukan adalah menggunakan jasa maklon. Lalu apa itu maklon, hingga bagaimana cara kerjanya hingga dapat membantu mempermudah bisnis Anda?
Apa Itu Maklon
Melansir dari ukmindonesia.id, perusahaan maklon adalah perusahaan pemilik merek yang meminta bantuan untuk kerjasama kepada pihak ketiga guna melakukan kegiatan manufaktur.
Nantinya, sebuah perusahaan akan mengontrak pihak maklon untuk membantu memproduksi barang dengan ketentuan yang sudah disepakati bersama. Biasanya juga pihak maklon telah memiliki kapabilitas dan fasilitas yang memadai untuk bisa memproduksi permintaan dari klien tersebut.
Maklon berasal dari bahasa Belanda yaitu makloon yang berarti biaya produksi. Kemudian kata tersebut diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi maklon. Maklon juga dikenal dengan outsourcing atau contract manufacturing yang merupakan praktik di mana perusahaan mengontak pihak lain untuk memproduksi barang atau membantu menyediakan layanan tertentu yang biasanya akan dihasilkan oleh perusahaan itu sendiri.
Ada berbagai macam bentuk kerjasama yang dilakukan, seperti menyediakan desain, spesifikasi, persyaratan dan yang lainnya. Sedangkan mitra maklon akan bertanggung jawab dalam hal perakitan, produksi, hingga menyediakan layanan tersebut.
Adanya konsep maklon ini akan memungkinkan pengusaha untuk lebih fokus pada konsep, desain, pemasaran, dan juga distribusi produk mereka sedangkan maklon akan mengurus produksi dan penyediaan layanan.
Kesepakatan antara kedua belah pihak tersebut akan diatur dalam kontrak yang berisi mengenai biaya, waktu pengiriman, kualitas produk, perizinan dan lainnya.
Dasar Hukum Perusahaan Maklon
Ketentuan mengenai maklon ini sudah diatur dalam Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Undang-Undang Pajak Penghasilan (PPh) dan secara spesifik tertera dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 32/PMK/010/2019 dan PMK Nomor 141/PMK.03/2015.
Jasa maklon biasanya memiliki beberapa ciri-ciri. Pertama, pengguna jasa harus menyediakan spesifikasi, barang setengah jadi, bahan baku, dan/atau bahan penolong/pembantu yang akan diproses sebagian besar atau seluruhnya disediakan oleh pengguna jasa.
Kedua, kepemilikan atas barang jadi yang diproduksi melalui jasa maklon ada pada pengguna jasa. Dalam hal ini berarti, hak penjualan dan pemasaran ada pengguna jasa maklon. Oleh karena itu, perusahaan yang memproduksi tidak bisa menjual atau mendistribusikannya tanpa kesepakatan atau izin terlebih dahulu.
Cara Kerja Pabrik Maklon
Cara kerja pabrik maklon akan berkaitan dengan beberapa hal seperti:
1. Perusahaan penyedia pabrik
Adalah pihak yang menyediakan pembuatan produk mulai dari tim formulator, pengurus legalitas, desain, penyedia bahan, sampai tim produksi massal. Akan tetapi tidak semua perusahaan maklon memiliki atau menyediakan fasilitas yang sama. Ada juga beberapa perusahaan maklon yang hanya menyediakan sistem OEM atau ODM saja.
2. Pemilik merk
Pemilik merk adalah yang akan menggunakan jasa maklon, baik secara organisasi atau perorangan. Umumnya pemilik merk menggunakan jasa maklon dikarenakan mereka tidak memiliki sumber daya sendiri untuk menciptakan produknya sendiri.
3. Proses maklon
Tiap perusahaan biasanya memiliki prosedur dan kebijakannya masing-masing, bahkan antar perusahaan maklon dengan bidang yang sama sekalipun bisa berbeda. Akan tetapi, secara umum ada beberapa langkah yang biasanya dilakukan oleh perusahaan maklon seperti:
- Diskusi antara klien atau pemilik merk dengan penyedia jasa maklon untuk mencapai kesepakatan kerja sama. Hal tersebut biasanya meliputi besaran biaya yang akan pemilik merk keluarkan, lama proses, spesifikasi produk dan lainnya.
- Pembuatan sample. Setelah kesepakatan antara kedua belah pihak selesai dilakukan, selanjutnya jasa maklon akan membuatkan sample produk dan mendiskusikannya dengan klien.
- Pengurusan sertifikasi dan legalitas, jika sebuah produk membutuhkan sertifikasi atau pengurusan tertentu, maka akan dilakukan sesuai dengan kebutuhan klien. Misalnya untuk produk makanan dan minuman harus mencantumkan logo Halal MUI dan sudah terdaftar di BPOM.
- Produksi secara massal. Setelah semua persiapan selesai, maka jasa maklon akan melakukan produksi secara massal produk yang sudah disepakati bersama.
Itulah beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang perusahaan maklon sebelum Anda memutuskan akan menggunakan jasa maklon untuk produksi usaha Anda
