Untuk beberapa orang, istilah hygiene dan sanitation memiliki makna yang hampir sama, kenyataannya berbeda. Food sanitation adalah kondisi kebersihan dan sanitasi di dalam area produksi guna mencegah terjadinya penyakit yang disebabkan makanan.
Dalam food sanitation melibatkan beberapa operasi yang berguna untuk menjaga kebersihan seluruh fasilitas, peralatan dan elemen lainnya dalam rantai pasokan makanan.
Lalu, apa tujuannya food sanitation?
Tujuan Food Sanitation
Tujuan utama dari food sanitation adalah meminimalkan risiko penyakit yang disebabkan makanan dengan membuat lingkungan kerja yang bebas dari bahaya keamanan pangan. Patogen dan bahaya keamanan pangan lainnya bisa saja menempel pada permukaan kontak, peralatan dan peralatan makan.
Dalam hal ini food sanitation akan fokus pada kegiatan kesehatan lingkungan di mana makanan dan minuman berada.
Pada dasarnya, food hygiene dan food sanitation tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya dikarenakan dua aspek yang erat dan saling berpengaruh. Misalnya sebelum memotong sayuran, pastikan Anda mencuci tangan setidaknya 20 detik menggunakan sabun.
Air yang digunakan dalam pengolahan makanan di pabrik juga perlu menjalani proses pemurnian guna memastikan kebersihannya.
Bagaimana Penerapannya?
Penerapan food sanitation perlu dilakukan hampir pada semua area dalam bisnis makanan, mulai dari produksi bahan baku sampai pengiriman produk. Berikut penerapannya.
1. Pembersihan
Proses pembersihan dilakukan guna memastikan bahwa semua peralatan dan area kerja bebas dari kontaminasi. Prinsip ini akan berlaku untuk peralatan dapur, area kerja dan bahan baku. Pembersihan juga meliputi proses sanitasi sebelum memulai produksi makanan.
2. Pengolahan
Proses pengolahan perlu dilakukan dengan cara menerapkan food hygiene guna membunuh bakteri berbahaya yang dapat mengkontaminasi makanan. Contohnya memastikan tidak ada makanan yang tidak matang dengan sempurna sebelum disajikan atau dikemas atau memanaskan kembali makanan jika ditinggalkan dalam suhu lingkungan selama jangka waktu tertentu.
3. Pengelolaan limbah yang tepat
Produksi makanan pastinya akan menghasilkan limbah dan sampah, baik itu secara organik atau anorganik. Semua limbah perlu dijauhkan dari area kerja guna mencegah kontaminasi. Pembuangan limbah perlu dilakukan dengan cara menempatkan tempat pembuatan khusus pada satu lokasi yang jauh dari tempat penyimpanan makanan disimpan.
Baca juga: Jenis Jenis Standar Keamanan Pangan yang Diterapkan Dalam Industri Pangan
4. Kebersihan air
Air digunakan untuk membersihkan bahan mentah dan juga peralatan yang digunakan selama memproduksi makanan. Oleh karena itu, kualitas air pada seluruh area produksi makanan harus tetap terjaga dan berasal dari sumber yang bersih dan layak minum.
5. Sanitasi sebelum dan sesudah produksi
Sebuah bisnis makanan juga perlu melakukan sanitasi sebelum dan setelah produksi. Sanitasi sebelum produksi mencakup pembersihan area kerja guna memastikan tidak ada kontaminan dalam bentuk apapun yang dapat mengganggu kualitas makanan.
Sedangkan sanitasi setelah produksi mencakup pembersihan setiap peralatan dan area produksi guna memastikan jika tidak ada kontaminasi yang tersisa.
Melakukan food sanitation tersebut sangatlah penting guna menjaga kualitas makanan yang diproduksi sehingga aman dikonsumsi.
