Skip to content
Home » Kenapa Bisnis Bisa Mandek? Ini 7 Hal yang Harus Anda Waspadai

Kenapa Bisnis Bisa Mandek? Ini 7 Hal yang Harus Anda Waspadai

Memulai bisnis berarti juga harus selalu menjaga bagaimana caranya menjaga bisnis agar bisa bertahan dalam jangka panjang. Selain itu pebisnis juga perlu memiliki strategi yang baik agar bisnis yang dijalankan tidak stagnan. 

Namun tidak ada acuan yang pasti untuk mengatasi  bagaimana cara menghadapi tantangan yang ada agar tidak mengalami kerugian. Hal tersebut juga karena setiap cara orang berbisnis tidak sama satu sama lain. 

Kesalahan ketika berbisnis dapat  digunakan sebagai pembelajaran kedepannya tentang apa yang tidak boleh dilakukan guna mencegah bisnis stagnan. Lalu, apa yang perlu diperhatikan bagi para pebisnis? Berikut penjelasannya. 

Baca juga: Strategi Efektif Membangun Brand Awareness untuk Produk Bumbu Merek Sendiri

Apa Itu Bisnis yang “Stuck”?

Bisnis yang stuck bukan selalu bisnis yang rugi. Terkadang, bisnis tetap berjalan dan menghasilkan, tetapi tidak ada pertumbuhan signifikan. Tidak ada inovasi, pasar tidak berkembang, tim merasa jenuh, dan perusahaan tidak punya arah jelas ke depan juga bisa menjadi indikator .

Ciri-ciri bisnis yang mengalami stagnasi, antara lain:

  • Penjualan stabil atau menurun selama periode waktu tertentu
  • Produk dan layanan tidak mengalami peningkatan kualitas
  • Tidak ada inovasi atau ekspansi
  • Tim kehilangan motivasi dan arah kerja

8 Hal yang Harus Dihindari Agar Bisnis Tidak Stuck

Berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan

1. Tidak Beradaptasi dengan Perubahan Pasar

Pasar akan selalu berubah mulai dari tren konsumen, teknologi, hingga kebiasaan belanja. Jika Anda tetap pada strategi lama tanpa menyesuaikan diri, lama-lama bisnis akan tertinggal. Misalnya bisnis retail yang tidak masuk ke e-commerce akan kalah saing dengan kompetitor yang menggunakan e-commerce untuk pemasarannya.

Solusinya dengan membuat riset pasar secara rutin untuk melihat produk seperti apa yang ramai di pasaran dengan tinggi peminat. Kemudian sesuaikan hasil riset pasar tersebut untuk membantu strategi pemasaran dan produk. Dengan begitu hasil

2. Mengabaikan Feedback Pelanggan

Mengabaikan pelanggan biasanya juga menjadi faktor yang menyebabkan bisnis stuck. Hal tersebut karena bisa saja pelanggan memberikan review kurang baik di Google atau media sosial lainnya. Akibatnya hal tersebut menjadi faktor yang menentukan apakah konsumen ingin membeli produk Anda atau tidak.

Solusinya Anda harus memperhatikan sekecil apapun saran dan kritik dari konsumen. Kemudian kembangkan menjadi bentuk evaluasi atau inovasi produk. Dengan begitu, konsumen akan merasa suaranya didengarkan.

Baca juga: Mengapa Bisnis Bisa Stagnan dan Bagaimana Cara Mengembangkannya

3. Salah Memilih Partner Kerja 

Memulai bisnis dengan teman dekat atau orang yang Anda percaya sudah pasti membuat banyak hal menjadi lebih mudah. Terutama dalam bisnis akan selalu mengalami kendala dan kurang berjalan lancar. Oleh karena itu Anda dan partner bisnis harus bisa mendukung satu sama lain. 

Jadi, perhatikan juga sebelum mengajak teman berbisnis bersama. Bagaimana sikapnya ketika mendapatkan masalah atau bagaimana caranya mengelola keuangan hingga menghadapi masalah.

4. Manajemen Keuangan yang Buruk

Banyak bisnis stuck karena pengelolaan keuangan yang asal-asalan. Tidak memisahkan keuangan pribadi dan bisnis, atau tidak membuat laporan keuangan rutin, bisa menjadi alasan bisnis Anda stuck. 

Misalnya mencampur keuntungan yang diterima ke rekening pribadi, menggunakan uang pribadi untuk modal usaha, dan lainnya. Nantinya ketika bisnis Anda sudah besar, Anda akan lebih membingungkan. 

Solusinya gunakan software akuntansi, membuat pembukuan mingguan secara konsisten atau merekrut pegawai yang ahli dibidang keuangan.

5. Tidak Memiliki Dana Darurat untuk Bisnis 

Dana darurat penting dimiliki selain untuk pribadi, namun juga perlu jika Anda menjalankan bisnis. Hal ini karena bisnis yang Anda jalankan tidak hanya melibatkan Anda sendiri saja namun juga melibatkan orang lain seperti karyawan. Jika produktivitas terganggu dan mempengaruhi pendapatan usaha, Anda masih harus membayarkan hak pekerja.

Selain itu, dana darurat juga digunakan untuk mempertahankan kelangsungan bisnis. Oleh karenanya, selain mempersiapkan modal, membagi laba, Anda juga perlu menyiapkan dana darurat.

6. Mengabaikan Uji Produk Berkala

Membuat bisnis tidak hanya karena keinginan atau kesukaan, namun juga perlu didukung riset untuk mengetahui minat pasar. Apakah nantinya bisnis Anda bisa dibutuhkan orang atau memenuhi kebutuhan banyak orang atau tidak. 

Bahkan setelah Anda menjalankan bisnis beberapa bulan atau tahun, tetap perlu melakukan riset secara berkala untuk kemudahan dalam mengembangkan bisnis atau inovasi baru. Dengan begitu, bisnis Anda bisa tetap bersaing dalam jangka waktu lama. 

7. Tidak Melakukan Evaluasi dan Analisis Berkala

Evaluasi dan analisis menjadi hal yang penting dilakukan jika Anda memulai sebuah bisnis. Tanpa adanya evaluasi dan analisis Anda tidak tahu apa yang berjalan dan apa yang perlu diperbaiki. Akhirnya keputusan yang dibuat akan berbasis opini saja. 

Solusinya Anda bisa membuat KPI atau target untuk setiap divisi. Gunakan data penjualan, engagement atau traffic sebagai tolak ukur kinerja. 

Tips Mengatasi dan Mendorong Bisnis Keluar dari Stagnasi

Kalau Anda sudah merasa bisnis mulai stagnan, jangan panik. Berikut beberapa langkah strategis yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan bisnis. 

  • Revisi model bisnis. Jika perlu Anda bisa melakukan pivot atau mengganti model bisnis yang sekarang dijalankan. Tujuannya untuk mencari kembali produk atau jasa seperti apa yang sekarang sedang naik di pasaran dan banyak dibutuhkan konsumen.
  • Libatkan tim dalam brainstorming. Biasanya orang yang secara langsung bertemu dengan customer memiliki perspektif berbeda. Oleh karena itu, Anda bisa mengajak tim dalam brainstorm yang bisa saja memunculkan ide baru untuk pertumbuhan bisnis.
  • Pelajari kompetitor. Mempelajari kompetitor juga bisa menjadi cara untuk menyelamatkan bisnis Anda. Coba mencari tahu apa yang sedang kompetitor lakukan dan cari celah mana yang bisa Anda manfaatkan. 
  • Upgrade teknologi dan sistem operasional. Sekarang membuat agar bisnis bisa semakin berkembang adalah dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Tujuannya selain untuk mengikuti tren pasar, juga membantu memudahkan customer dan Anda sendiri sebagai pemilik usaha.

Stagnasi dalam bisnis bukanlah akhir dari segalanya. Justru bisa menjadi momen reflektif untuk mengevaluasi dan menyusun strategi baru. Dengan mengenali hal-hal yang harus dihindari agar bisnis tidak stuck, Anda punya peluang lebih besar untuk menjaga bisnismu tetap relevan, inovatif, dan bertumbuh.

Kuncinya adalah terus belajar, tetap adaptif, dan jangan pernah puas dengan zona nyaman. Dunia bisnis selalu bergerak, dan satu-satunya cara untuk bertahan adalah terus bergerak bersamanya.