Skip to content
Home » Penerapan Psikologi Marketing untuk Produk dari Maklon

Penerapan Psikologi Marketing untuk Produk dari Maklon

Sekarang ini sudah banyak sekali pebisnis atau pengusaha yang bisa menjual produknya sendiri tanpa harus memiliki dan mengurus pabrik. Caranya yakni bekerja sama dengan maklon yang memungkinkan pebisnis memiliki produk dengan brand sendiri tanpa harus repot mengurus semua proses produksinya. 

Anda sebagai pebisnis bisa lebih fokus membuat strategi pemasaran seperti apa yang ampuh digunakan. Salah satunya menggunakan psikologi marketing untuk menggaet konsumen.

Lalu, apa sebenarnya psikologi marketing itu dan bagaimana penerapannya? Berikut penjelasannya. 

Apa itu psikologi marketing?

Psikologi marketing merupakan suatu pemahaman pada motif-motif yang bisa mempengaruhi emosi dan tindakan pasar dalam memandang suatu produk ataupun jasa yang ditawarkan oleh pebisnis.

Contoh penerapannya yang sering ditemui adalah penggunaan warna merah dalam logo McDonald dan Burger King. Ternyata perusahaan-perusahaan tersebut menggunakan strategi psikologi marketing agar konsumen tertarik datang ke tempat mereka. 

Pada akhirnya, tujuan psikologi marketing adalah untuk meningkatkan strategi dan pendekatan pemasaran Anda agar bisa sesuai dengan pola pikir target audiens Anda. 

Kenapa psikologi marketing penting?

Penggunaan psikologi marketing sangat penting untuk membantu mempengaruhi perilaku konsumen agar melakukan pembelian atau mengambil tindakan dengan cara tertentu. Memahami emosi dan persepsi ketika konsumen menentukan keputusan dalam pembelian merupakan salah satu aspek penting dalam psikologi marketing. 

Selain itu, penerapan psikologi marketing dengan metode yang lebih personalisasi berdasarkan analisis data dapat membantu memberikan pengalaman yang lebih relevan bagi konsumen. Nantinya akan berpengaruh dalam meningkatkan loyalitas dan retensi pelanggan. 

Baca juga: Cara Memilih Mitra Maklon yang Terpercaya untuk Kelanjutan Bisnis

Prinsip psikologi marketing

Jika Anda ingin menerapkan psikologi marketing dalam bisnis Anda, maka perhatikan beberapa prinsipnya berikut ini:

1. Priming

Priming terjadi saat seseorang mengalami sesuatu, seperti kata atau suara yang mempengaruhi cara memandang objek berikutnya yang dilihat. Contohnya ketika Anda menampilkan produk dengan kemasan paling menarik pada halaman awal website. Hal tersebut membuat konsumen untuk membeli produk yang lebih menarik. 

2. Reciprocity

Prinsip ini berarti adanya kecenderungan masyarakat untuk ingin membalas budi yang dilakukan orang lain padanya. Dalam marketing berarti menawarkan pada pelanggan sebuah hadiah kecil atau kenyamanan terkadang bisa mendorongnya untuk membalas budi dengan membeli produk atau layanan. 

3. Anchoring

Anchoring berarti kecenderungan orang untuk mengingat informasi yang pertama kali dilihat. Caranya bisa dengan menggunakan diskon pada pemasaran karena jika pelanggan melihat suatu barang dengan harga yang lebih tinggi dan mendapat harga diskon segera setelahnya. 

4. Random rewards 

Prinsip ini akan berguna dalam membantu menjelaskan bagaimana imbalan dapat meningkatkan atau menurunkan kemungkinan perilaku tertentu. 

Misalnya memberikan uang secara acak atau menawarkan hadiah acak di beberapa kotak produk mungkin mendorong pelanggan untuk membeli lebih banyak karena berharap mendapatkan imbalan tersebut. 

5. Clustering

Prinsip ini berarti strategi di mana orang mengelompokkan informasi untuk membantu mengingat sesuatu dengan lebih baik. 

Baca juga: Tren Makanan Korea: Peluang Bisnis Kuliner yang Tak Boleh Dilewatkan

6. Loss aversion 

Prinsip ini berarti keengganan pada kerugian mengacu pada seberapa sering orang mencoba mempertahankan sesuatu setelah memperoleh atau membelinya. Misalnya setelah pelanggan menggunakan layanan selama seminggu atau lebih, pelanggan mungkin akan mempertahankan manfaat produk tersebut dengan membeli langganan. 

7. Decoy effect 

Selanjutnya adalah prinsip decoy effect, yakni fenomena di mana konsumen lebih cenderung memilih opsi tertentu saat mereka disajikan dengan opsi lain yang kurang menarik. 

Contoh penerapannya seperti Anda menawarkan tiga pilihan produk di mana yang satu produk adalah pilihan yang ingin dijual. Konsumen akan cenderung memilih produk yang Anda inginkan karena terlihat lebih menarik dibandingkan dengan dua produk lainnya. 

8. Color psychology

Prinsip ini merupakan studi tentang bagaimana warna mempengaruhi suasana hati, emosi, dan perilaku. Misalnya merah dihubungkan dengan gairan dan kegembiraan, sedangkan biru dikaitkan dengan ketenangan dan relaksasi. 

Color psychology ini juga bisa diterapkan dalam pemilihan desain kemasan atau membuat konten produk yang menarik. 

9. Framing

Prinsip ini mengacu pada bagaimana cara atau informasi disajikan. Cara informasi disajikan akan sangat mempengaruhi bagaimana konsumen mempersepsikannya dan keputusan yang mereka buat. 

Misalnya jika produk daging sapi mengandung 10% lemak. Untuk membuatnya lebih menarik, Anda bisa melakukan framing dengan menekankan aspek positif di dalamnya. 

Itulah beberapa prinsip psikologi marketing yang bisa Anda gunakan untuk memasarkan produk dari maklon.