Kemasan menjadi hal yang penting dipikirkan, terutama untuk sebuah brand baru. Kemasan, terutama warnanya memiliki peran krusial dalam menciptakan kesan pertama, membangun identitas merek serta mendorong keputusan pembelian.
Di tengah persaingan ketat di rak-rak toko atau marketplace, warna kemasan yang tepat dapat membantu membuat produk Anda lebih menonjol dan mudah diingat. Dengan begitu secara langsung akan membantu meningkatkan peluang konsumen memilih brand Anda diantara kemasan brand lain.
Oleh karena itu, penting bagi Anda sebagai pebisnis yang baru memiliki brand untuk bisa memilih kemasan seperti apa yang digunakan. Berikut penjelasannya lebih lanjut.
Baca juga: Strategi Efektif Membangun Brand Awareness untuk Produk Bumbu Merek Sendiri
Mengapa warna kemasan itu penting?
Warna merupakan elemen visual pertama yang dilihat konsumen sebelum mereka berlanjut membaca merek atau informasi produk. Dalam hitungan detik, otak manusia sudah dapat merespons warna dengan asosiasi tertentu, misalnya kepercayaan, rasa, kualitas, hingga suasana hati.
Terdapat beberapa alasan mengapa warna kemasan sangat penting, yakni:
- Membentuk persepsi konsumen terhadap produk, misalnya hijau=sehat, merah=pedas dan seterusnya.
- Membedakan produk Anda dengan kompetitor yang mungkin memiliki produk serupa
- Menjadi daya tarik visual yang menggoda konsumen dalam mengambil keputusan dan mengecek produk lebih lanjut.
- Meningkatkan brand recall, yaitu kemampuan konsumen untuk mengingat merek Anda di kemudian hari.
Sebagai pebisnis pemula, Anda tidak hanya fokus pada rasa atau kualitas isi produk, melainkan juga bagaimana produk tersebut terlihat dari luar. Dikarenakan kemasan adalah salesman pertama sebelum Anda bicara.
Psikologi warna dalam kemasan produk
Warna memiliki makna psikologis yang berbeda dan dapat mempengaruhi emosi atau ekspektasi konsumen. Berikut beberapa warna umum dan maknanya jika diterapkan sebagai warna kemasan.
1. Merah
Warna merah memberikan kesan dominan, kuat, dan menonjol. Hal itu juga yang membuat produk makanan dengan warna ini akan terlihat lebih besar dan menarik di mata konsumen. Selain itu warna merah juga bisa membangkitkan semangat sekaligus gairah pembeli terhadap produk tersebut.
Bahkan warna merah memiliki kemampuan dalam meningkatkan nafsu makan. Jadi wajar jika banyak produk makanan memilih warna ini pada kemasannya. Warna merah juga cocok digunakan untuk berbagai produk, misalnya bumbu.
2. Orange
Warna ini adalah kombinasi dari warna kuning dan merah yang menciptakan warna penuh semangat muda dan kreativitas. Dengan warna yang mirip dengan jeruk, warna orange biasanya mewakili kesegaran produknya.
Beberapa produk yang menggunakan warna ini biasanya adalah snack ringan dan makanan dengan rasa jeruk. Warna orange juga bisa digunakan untuk menarik rasa ingin tahu pembeli dikarenakan efeknya yang cukup mencolok.
3. Hijau
Warna hijau biasanya erat dengan ketenangan sekaligus kesegaran. Makanan yang biasanya menggunakan kemasan dengan warna ini seringkali adalah produk-produk yang dekat dengan alam. Misalnya produk hasil pertanian dan peternakan.
Namun, warna ini juga biasanya digunakan untuk obat-obatan herbal. Selain itu, warna hijau juga bisa mewakili varian rasa seperti rumput laut.
4. Kuning
Jika warna merah memiliki kesan yang berani, namun warna kuning memiliki kesan yang cerita, hangat dan menyenangkan. Hal itu juga yang membuat pembeli bisa lebih mudah teralihkan perhatiannya saat menemukan produk dengan kemasan berwarna kuning.
Produk yang biasanya menggunakan warna ini yakni snack ringan, biskuit, produk makanan anak-anak, dan lain-lain. Beberapa snack gurih dan asin seperti keripik atau chips juga memiliki warna kuning pada kemasannya.
5. Biru
Warna ini biasanya identik dengan kesegaran atau laut. Oleh karena itu warna ini banyak digunakan pada berbagai macam produk minuman atau parfum. Akan tetapi bukan berarti tidak cocok digunakan untuk kemasan makanan.
Beberapa jenis produk yang menggunakan kemasan warna biru, seperti permen warna mint, produk olahan seafood, atau berbagai macam suplemen. Warna biru juga bisa memberikan kesegaran yang menarik rasa ingin tahu konsumen untuk membelinya.
Fungsi warna kemasan untuk merek
Bukan hanya soal estetika, warna pada kemasan memiliki fungsi strategis dalam membangun brand yang kuat. Berikut beberapa peran warna dalam konteks brand:
1. Membedakan brand dari kompetitor
Di pasar yang penuh dengan produk serupa, warna bisa menjadi pembeda visual utama. Misalnya, jika kebanyakan produk pesaing menggunakan warna hijau, kamu bisa memilih kuning atau oranye untuk menciptakan diferensiasi.
2. Merepresentasikan nilai dan karakter brand
Warna adalah bagian dari komunikasi merek. Produk yang ingin tampil sehat dan ramah lingkungan akan kehilangan makna jika menggunakan warna mencolok yang bertolak belakang dengan nilai tersebut.
3. Meningkatkan konsistensi visual brand
Warna yang konsisten antara kemasan, logo, media sosial, dan materi promosi akan menciptakan identitas visual yang kuat dan mudah dikenali.
4. Menstimulus emosi dan keinginan membeli
Warna dapat memicu reaksi emosional. Misalnya, merah bisa membuat konsumen merasa lapar, sementara biru bisa menenangkan dan menciptakan rasa percaya.
Tips memilih warna kemasan untuk pebisnis baru
Sebagai pebisnis pemula, kamu mungkin belum punya tim desain khusus atau pengalaman dalam branding. Berikut tips sederhana tapi efektif untuk memilih warna kemasan:
1. Kenali produk dan target konsumen
Apa karakter produk Anda? Siapa yang akan membeli? Jika kamu menjual produk bumbu pedas untuk anak muda, warna merah atau oranye bisa cocok. Jika produk Anda adalah teh herbal untuk ibu menyusui, warna hijau atau pastel lebih relevan.
2. Lihat tren pasar, tapi jangan meniru
Amati bagaimana brand-brand besar menggunakan warna. Kamu bisa terinspirasi dari mereka, tapi pastikan kamu tetap memiliki elemen pembeda agar tidak tenggelam di tengah kemiripan.
3. Perhatikan kontras dan keterbacaan
Pastikan warna latar kemasan tidak mengganggu keterbacaan tulisan atau informasi produk. Kontras yang jelas antara teks dan latar sangat penting, terutama di kemasan kecil atau yang dipajang di rak jauh.
4. Uji pasar secara kecil
Sebelum mencetak ribuan kemasan, kamu bisa membuat mockup dalam beberapa versi warna dan melakukan polling kecil atau A/B testing ke target konsumen. Pilih desain yang paling disukai dan memberikan kesan positif.
5. Konsisten dengan identitas brand
Jika kamu sudah punya logo atau palet warna brand, usahakan kemasan tetap selaras. Konsistensi ini akan memperkuat ingatan konsumen terhadap merek kamu.
Memilih warna kemasan tidak hanya sebagai visual saja, namun juga sebagai keputusan strategis. Warna yang tepat bisa memperkuat identitas brand, menarik perhatian serta mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli.
